Kegembiraan Yang Menyehatkan

Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang. - Ams 7:22

Solomo adalah orang yang paling berhikmat yang pernah hidup dimuka bumi. Dia mampu menterjemahkan hal-hal spiritual menjadi praktikal.  Dan Amsal, kitab hikmat Salomo, mengatakan dengan sangat jelas bahwa obat yang manjut, atau yang menyehatkan badan, adalah hati yang gembira.

Kata gembira atau sameach  disebutkan pertama di Ul 16:15 dalam ketentuan hari raya Pondok Daun yang merujuk kepada hari Pentakosta PL.  Dalam PB, disebutkan para pengiring Yesus bersukacita dan bergembira, "Ketika Ia dekat Yerusalem, di tempat jalan menurun dari Bukit Zaitun, mulailah semua murid yang mengiringi Dia bergembira dan memuji Allah dengan suara nyaring oleh karena segala mujizat yang telah mereka lihat."  (Luk 19:37).

Luk 10:21 Pada waktu itu juga bergembiralah Yesus dalam Roh Kudus.  Bahkan Yesus sendiri pun bergembira.  Dan Dia menunjukkan sumber kegembiraan itu ada dalam Roh Kudus.  Ini sejalan dengan Pentakosta PL, dan PB.  Dan selaras juga dengan tulisan Paulus kepada Filipi "Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah!" (Fil 4:4)

Kegembiraan, dan sukacita di dalam Tuhan bukan kegembiraan dunia yang hanya sesaat, tetapi kegembiraan yang abadi, kekal, dan Ilahi.  Kegembiraan sepert inilah yang membuat aliran-aliran kesembuhan itu mengalir dari dalam hati (Yoh 7:38), dan keluar ke tubuh fisik kita, dan akhirnya menjadi obat yang menyembuhan dan menyehatkan.  Bergembiralah!


Hanny Setiawan

Melihat Kebaikan Dalam Setiap Keadaan Membawa Kepada Kebahagiaan


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengharapkan Yang Tak Terduga

Lebih Sungguh Lagi