Selalu Baru

Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu!  "TUHAN adalah bagianku," kata jiwaku, oleh sebab itu aku berharap kepada-Nya. - Luk 3:23-24.

Ratapan Yeremia adalah sebuah catatan profetik hati seorang Nabi yang melihat kejatuhan Israel, anak Sulung-Nya (Kel 4:22).  Disaat kejatuhan rohani yang begitu dalam yang dibarengi dengan kejatuhan seluruh dimensi kehidupan sosial, ekonomi, dan politik bangsa, Yeremia menyatakan sesuatu pernyataan yang luar baisa, "selalu baru setiap pagi."  

Bukan hanya kasih-Nya tetap atau tidak berubah tetapi pengertian "selalu baru" adalah berubah secara lebih baik. Suatu pengertian yang paradoks.  Tapi itulah perkataan Tuhan melalui Yeremia.  Dan ini dikuatkan oleh Nabi Habakuk yang melayani di jaman yang sama:

Sekalipun pohon ara tidak berbunga, pohon anggur tidak berbuah, hasil pohon zaitun mengecewakan, sekalipun ladang-ladang tidak menghasilkan bahan makanan, kambing domba terhalau dari kurungan, dan tidak ada lembu sapi dalam kandang, namun aku akan bersorak-sorak di dalam TUHAN, beria-ria di dalam Allah yang menyelamatkan aku - Hab 3:17-18

Kondisi jasmani, dimana semua tidak ada kelihatan yang baik, Tuhan tetap baik. Dan justru, di dalam Tuhan, kita bisa mengalami kebaikan demi kebaikan Tuhan yang selalu lebih baik. Kata chadash (baru) dalam Ibrani juga berarti segar atau hal-hal yang pernah terjadi. 

Tuhan Israel adalah Tuhan yang membuat jalan, yang membuat yang belum pernah ada menjadi ada untuk kebaikan kita.  Dia membuat jalan baru bahkan di padang gurun (Yes 43:19).  Percayalah!


Hanny Setiawan

Solusi di masa lalu adalah potensi masalah di masa kini




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengharapkan Yang Tak Terduga

Lebih Sungguh Lagi

Kegembiraan Yang Menyehatkan